Sabtu, 06 November 2010

WARTEG

"Jangan anggap enteng pemilik warung Tegal atau warteg di pinggir dan sudut jalan di Jakarta. Rumah-rumah mereka di kampung mirip istana di kompleks perumahan mewah di Jakarta. Pemandangan itu tampak di Desa Cabawan, Sidakaton, Sidapurna, dan Krandol. Hal itu pula yang membedakan keempat desa tersebut dengan desa lain di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Selain itu, rata-rata para pengusaha warteg menyekolahkan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi. Seiring dengan peningkatan taraf hidup ini pula, sarana dan prasarana desa mereka juga lebih maju. Itu tampak pada fasilitas desa seperti kantor desa dan tempat ibadah yang berdiri megah. Semua itu adalah sumbangan para pemilik warteg.
Konon warteg telah berada di Jakarta sejak 1951. Saat itu, warteg didirikan warga Desa cabawan, yakni Pak warno dan enam temannya. Awalnya, warteg berupa warung tenda di pinggir-pinggir jalan dengan nama warung kopi atau warkop.
Mengutip Hadits Rasululah SAW : "9 DARI 10 PINTU REJEKI ADA DI PERNIAGAAN/ BERDAGANG